Kamis, 08 Desember 2011

Si Cantik


Setitis Embunan Menapak di Lengan Bajumu......
Ada Seraut Wajah Meringai Engkau Merasakannya..
Secebis Asa kau Simpan dalam Lautan QolbuMu..
Membahana Dalam Kehidupan Fana

Mentari Merah Menampakkan Bathin Pelita Jiwa Hati
Rasa Semangat Menabur Sukma Menembus dalam Kegagahan
Si Cantik berwajah Semu Merah, Menambah Meriah
Selaksa Emas Senyum Mengukir Jelas dari Bibir Sayu

Otot dalam Kelelahan Terpancar dari Si cantik,
Wajahnya Kini kian Memucat, Sendi-sendi Tulangnya Kian Melemah..
Itu karena DiriMu Wahai Insan.....

Lama Berselang Wajahnya Kian Mengeriput
Air Mata Meleleh dari Mata Ketabahannya
Si Cantik kini Engkau Anggap Tua
Tiada berdaya Di Depan Mata

Sungguh, Dialah sebenar Yang kau Cinta.
Sungguh, Dialah yang Sebenar yang Kau Sayang.
Sungguh, Dialah yang Sebenar yang Kau Banggakan dan Kau Bahagiakan...

Engkau selalu Membutuhkannya Ketika Ia Masih Cantik.
Kenapa disebahagian Engkau Mencampakkannya Ketika telah Renta
Bukankah Dia telah Berkorban Jiwa Raganya Untukmu,
Bukankah Dia telah Menitiskan Peluh Keringat itu KarenaMu....

Sesungguhnya si CANTIK itu adalah IBUmu......
IBUmu yang senantiasa MENCINTAIMU.
IBUmu yang Senantiasa MENYAYANGIMU.
IBUmu yang senantiasa MENGASIHIMU.
IBUmu yang Senantiasa MENGORBANKAN JIWA RAGANYA HANYA UNTUKMU...

DIA YANG KAU CINTA....
DIA YANG KAU SAYANG...
DIA YANG KAU BAHAGIAKAN...
DIA YANG KAU GEMBIRAKAN HATINYA...
DIA YANG KAU CURAHKAN DENGAN KELEBIHANMU...
DIALAH IBUMU......

Saat Ketika Engkau Pulang, tiada lagi yang akan menyapamu, tiada lagi yang tersenyum menyambut kedatanganmu, yang tersisa hanyalah Pakaian Ibumu, yang tersisa Hanyalah Kenangan Bersama Ibumu, Kini Ibumu Hanay terpampang sebuah Nama di pusaranya yang bersih, terkubur dan Pergi selamanya Tiada kembali lagi....

Sebelum Semua Itu Terjadi.......

Sekarang PULANGLAH, Peluklah IBUMU, Dekaplah Ibumu dengan Rasa CintaMu... Ibumu Sangan Mencintaimu dan Meindukanmu Pulang....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar